mikir31 Jul 2008 12:14 pm
libur kemarin sengaja saya tidak gentayangan kemana-mana. lebih tepatnya karena saya sedikit teler akibat demam. menyempatkan berbincang dengan ceu neur, bibi bibi yang membantu saya membereskan urusan rumah. tentang suami, anak-anak, dan berapa penghasilan suaminya setiap bulan.
agak kaget ketika ceu nur menyebut sebuah nominal. angka yang sama yang minggu kemarin saya habiskan untuk membawa pulang dua pasang sepatu cantik. omaigod.
jumlah uang yang saya pakai untuk menyenangkan hati ternyata buat orang lain bisa sangat berguna buat memenuhi kebutuhan hidup.
malu-nya saya.
August 1st, 2008 at 6:04 pm
hidup bisa terlihat tidak adil tergantung dari mana kita melihatnya..
August 4th, 2008 at 11:01 am
wang sinawang….
August 20th, 2008 at 8:47 am
wah, nona gita sepertinya sudah pada tahap sangat makmur. saya ikut bergembura nona…
September 21st, 2008 at 5:32 pm
Memang tiap orang itu relatif dalam ‘value system’nya. Neng Gita mudah2an bisa lancar rejeki-nya yah dan jangan lupa dengan sedekah/zakatnya agar menyucikan harta [rejeki]nya
Seneng udh bisa mampir kesini lagi..
October 6th, 2008 at 4:08 pm
lha itu dia. makanya sisihkanlah sebagian untuk mereka yang membutuhkan. kadang, kesenangan kan bukan cuma hura2. memberi juga bisa kita jadikan sebuah kesenangan tersendiri.
*pak Jalal*
salam kenal (dance)
October 24th, 2008 at 9:35 am
nah, makanya kadang kita perlu sesekali menyusuri ‘bumi’, biar tahu bahwa tetap ada yang lebih di bawah, serendah apapun kita. biar kita bisa bersyukur.
salam, non…