“wah enak yah bisa jalan-jalan ke kebun teh setiap hari”.

umumnya begitu. reaksi pertama orang-orang ketika tahu saya bekerja di mana.

pemandangan yang bagus.

memang. perjalanan menuju pabrik listrik tempat saya mengais berlian rejeki memiliki pemandangan yang luar biasa indah. kelokan demi kelokan dihiasi oleh hamparan kebun teh. serupa permadani.

saya sendiri cukup menikmatinya. tapi hanya berlangsung selama seminggu. setelahnya saya memilih untuk menutup mata, memasang headset di telinga dan tidur. perjalanan sepanjang 13 kilo dari mes ke tempat kerja tidak lagi menjadi sebuah perjalanan menyenangkan. lama kelamaan berubah menjadi sebuah rutinitas yang menjemukan.

sejalan dengan antusiasme pekerjaan yang semakin menurun. jenuh. kali ini mungkin klimaksnya.  berusaha menjalankan nasihat teman dari mulai menaikan level rasa bersyukur, refsreshing sampai belajar melihat dari kedua sisi.

apa yang tidak dicoba?

ini benar-benar klimaks. dan sekali lagi saya menemui jalan buntu. dead end!

mungkin itu sebabnya saya tak lagi bisa menikmati pemandangan indah di kanan kiri saya. pfiuh.