biangnya

feromon berasal dari bahasa yunani yang berarti pembawa sensasi. pertama kali ditemukan pada serangga. untuk binatang, feromon berfungsi sebagai pemikat lawan jenis.

tapi saya bukan sejenis binatang kalau pun saya tergila gila pada aroma feromon itu. lha wong manusia juga memproduksi zat kimia yang berasal dari kelenjar dalam tubuh tersebut.

feromon yang dihasilkan manusia menyebar tertangkap oleh otak, sehingga menstimulus seseorang untuk mengenali aroma orang lain. itu yang dinamakan bau badan.

di kemudian hari feromon tersebut menjadi identitas diri karena aroma yang dihasilkan masing masing tubuh berbeda. ada bau tak sedap dan bau sangat sedap. tetapi feromon yang bercampur serasi dengan aroma sabun itu sangat dahsyat. menimbulkan reaksi reaksi tertentu yang disebut gairah seksual. hal inilah yang kemudian memicu perasaan suka dan jatuh cinta.

so, sumber cinta tidak lagi dari mata melainkan hidung. dari hidung turun ke hati, begitu?

saya sendiri suka klepek klepek ga jelas kalau membaui aroma feromon bercampur sabun. it’s feel so sexy.

dan lelaki seperti itu selalu bisa membuat saya berpaling dua kali atau bahkan duduk manis didekatnya. menarik!

eits, saya nda punya kebiasaan mengendus-endus lho, hanya saja hidung saya ini sudah kadung peka terhadap aroma feromon tersebut.

saya menyukainya saya menyukainya dan cenderung bisa jatuh cinta. hihihihihihi

jadi, masih percaya kalau awetnya hubungan itu hanya disebabkan oleh satu faktor saja, yaitu cinta? beuh saya sih ngga, sebab kalau dia berbau tidak sedap, saya bakalan ga betah buat ndusel ndusel.

nb. foto diperagakan oleh model. soal aromanya? jangan tanyakan saya, saya belum pernah sekalipun mengendus mereka satu persatu tapi kalau yang ditengah itu dikerubutin wanita2 cantik, bisa jadi dia memproduksi aroma yang dahsyat eh enak :P